Wednesday, 13 September 2017


SobatMyDepok - Peristiwa Perdana menteri Bangladesh telah mendesak Myanmar untuk mengambil kembali sekitar 370.000 pengungsi Rohingya yang telah melarikan diri melintasi perbatasan dalam beberapa pekan terakhir sebagai tanggapan atas tindakan keras oleh militer Burma.

Sebelum memeriksa salah satu dari sekian banyak kamp pengungsi yang penuh sesak yang bermunculan dalam tiga minggu terakhir di selatan Bangladesh, Sheikh Hasina mengatakan bahwa tidak ada kata-kata yang cukup untuk mengekspresikan kutukannya terhadap Myanmar.

Pengobatan Myanmar terhadap Rohingya terlihat seperti 'pembersihan buku teks etnik', kata PBB

"Mereka harus menghentikan [kekerasan]," katanya kepada BBC. "Pemerintah Myanmar seharusnya menangani situasi ini dengan sabar dan [tidak] membiarkan tentara aparat penegak hukum menyerang rakyat jelata.

"Apa kejahatan para wanita, anak-anak, orang-orang yang tidak bersalah? Mereka tidak bertanggung jawab, "katanya.

Dewan keamanan PBB akan mengadakan pertemuan mendesak pada hari Rabu untuk membahas apa yang merupakan pejabat tertinggi hak asasi manusia organisasi tersebut yang disebut contoh buku teks pembersihan etnis, dan pada hari Selasa, pemerintah Trump bergabung dengan kritik internasional yang meluas terhadap tindakan keras Myanmar.

"Perpindahan besar-besaran dan pengorbanan orang-orang, termasuk sejumlah besar komunitas etnis Rohingya dan minoritas lainnya, menunjukkan bahwa pasukan keamanan Burma tidak melindungi warga sipil," sekretaris pers Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Aung San Suu Kyi: terkutuk oleh keheningannya

Myanmar menyalahkan kerusuhan terbaru pada gerilyawan Rohingya yang menyerang lebih dari dua lusin pos keamanan pada 25 Agustus, yang memicu operasi kontra-pemberontakan yang oleh beberapa perkiraan telah membunuh lebih dari 3.000 orang.

PBB mengatakan pada hari Selasa bahwa 370.000 orang, lebih dari sepertiga dari populasi Rohingya yang diperkirakan di Myanmar, telah melewati perbatasan ke Bangladesh untuk menghindari pembunuhan di luar proses ekstradudisi dan serangan oleh pasukan keamanan.

Hasina mengatakan bahwa pemerintah Bangladesh akan terus mendukung pengungsi Rohingya, namun Myanmar perlu "mengambil langkah untuk membawa warga negaranya kembali".

Myanmar, yang tidak mengenal Rohingya sebagai warga Birma, telah melobi Beijing, salah satu mitra dagang utamanya, untuk memblokir resolusi dewan keamanan PBB yang mungkin. Seorang juru bicara kementerian luar negeri China mengatakan pada hari Selasa bahwa negara tersebut mendukung upaya Myanmar untuk menegakkan perdamaian dan stabilitas di negara bagian Rakhine.

"Kami pikir masyarakat internasional harus mendukung upaya Myanmar dalam menjaga stabilitas pembangunan nasionalnya," kata Geng Shuang dalam sebuah briefing berita. 


0 komentar:

Konsultan IT

Konsultan IT
Indonesian Expert adalah Mikrotik Training Center (MTC) yang telah memiliki lisensi untuk mengadakan training dan sertifikasi MikroTik

Sulaiman Store Depok

Sulaiman Store Depok
Jual Beli Perangkat Jaringan

Free Courses

Free Courses
Kursus Online Buat IT

MWN

MWN
Hosting

Blog Archive

Email Subscriptions

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts