Wednesday, 14 February 2018

KEMARIN, saya menjenguk anak lagi di Gontor Putri 2, Mantingan. Saya dapat informasi putri saya tertusuk paku. Saya khawatir lukanya parah lalu terancam kena tetanus. Makanya tanpa pikir panjang saya langsung cuss pergi ke Pondok Gontor Putri.

Karena bukan hari libur, suasana Bapenta (ruang tunggu tamu) sangat sepi. Hanya ada dua walisantri yang saya jumpai. Salah satunya Pak Saifuddin yang fotonya saya pajang ini. Gagah kan? Hehee.

Selama beberapa kali mengunjungi Pondok Gontor Putri, saya tak pernah berjumpa dengan beliau. Pertemuan sore kemarin, adalah kali  pertama saya  berjumpa dengannya. Walaupun demikian, kami cepat akrab.

Pak Saifuddin adalah tipe orang yang senang bercerita. Sementara saya, adalah seorang yang senang mendengarkan orang bercerita. Maka kloplah kami sudah kami berdua. :-)

Pak Saefuddin adalah seorang walisantri. Anaknya, Nurbainah seangkatan dengan anak saya yang masih duduk di kelas 1 KMI (setara dengan kelas 1 SMP). Asrama anaknya sama dengan Asrama yang ditempati putri saya.

Pak Udin mengaku bekerja sebagai kuli bangunan. Ia berasal dari Dukuh Kulo, Kabupaten Brebes. Jarak tempat tinggal beliau dari Pondok Gontor Mantingan sekitar 300 Km atau sekitar 10 jam perjalanan dengan menggunakan bis umum.

Selama anaknya mondok di GP2, ia mengaku telah belasan kali mengunjungi anaknya. Tidak menggunakan bis umum, tapi menggunakan motor roda dua.

Pak udin bercerita, kalau ia berangkat dari kampungnya pukul 9 malam, maka ia akan sampai di GP2 sekitar pukul 7 pagi. Selama 10 jam menempuh perjalanan itu, Pak Udin hanya berhenti 3-4 kali.

Di tengah perjalanan itu, seringkali Pak Udin menerobos hujan. Tapi ia tak peduli. Ia enggan berhenti walau rintik hujan tajam menerjang. “Kalau menunggu hujan berhenti, saya tak bakalan sampai. Waktu saya akan habid di perjalanan”, ujar Pak Udin sambil tersenyum.

Semua itu ia lakukan demi anaknya, Nurbainah. Nurbainah adalah putri pertamanya. Anak keduanya juga seorang perempuan. Sekarang masih duduk di kelas 5 SD.

"Saat masih remaja, saya pernah sangat ingin belajar di pesantren. Tapi sayang, ayah saya tak mengijinkan. Saya diminta ayah saya mengurus adik-adik saya serta membantu ayah saya mencari nafkah buat menghidupi keluarga. Akhirnya saya harus memendam cita-cita saya", ujarnya.

Pak Udin terpaksa harus mengikuti permintaan ayahnya. Setelah menamatkan sekolah dasar, Pak Udin tak melanjutkan sekolahnya. Ayahnya tak mampu membiayai sekolahnya. Sementara tenaganya sangat diperlukan untuk mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.

Namun, pada saat itu, Pak Udin bernazar bahwa jika nanti ia memiliki anak, maka anaknya harus bisa sekolah di Pesantren. “Tak apalah jika saat ini saya tak tak bisa sekolah di pesantren. Tapi anak saya nanti harus bisa”, begitu cerita Pak Udin mengenang masa mudanya.

Saat telah dianugrahi anak, Pak Udin mendidik anak-anaknya agar giat belajar. Anak-anaknya harus bisa belajar di Pondok agar dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi darinya.

Nurbainah, putri tertuanya itu lalu tumbuh sebagai anak yang cerdas. Menurut Pak Udin, anaknya selalu rangking satu di kelas. Prestasinya belajarnya juga sangat menonjol di seluruh kecamatan. Anaknya bahkan sering dikirim mewakili kecamatan untuk mengikuti berbagai lomba di tingkat Kabupaten. Dan selalu menang.

Saat lulus Sekolah Dasar, seorang kepala sekolah SMP negeri menawarkan putrinya masuk tanpa syarat apapun.  Bahkan tanpa membayar biaya sepeserpun. Tapi tawaran itu ditampik Pak Udin. Pak Udin tetap fokus pada tekadnya. Ia tetap ingin menyekolahkan anaknya di pesantren.

“Lalu kok bisa pilihannya di Gontor, Pak? Emang dapat informasi dari mana?”, tanya saya.

“Dari Internet!”, ujarnya.

Pak Udin lalu bercerita ia tak punya satupun teman yang bisa ditanyai tentang pesantren terbaik. Rata-rata teman seprofesinya tak tamat SD pula. Walau demikian Pak Udin ternyata bukanlah manusia gaptek. Ia mencari informasi lewat internet.

“Trus apa yang Bapak ketikkan saat cari informasi di Internet?”, tanya saya penasaran.

“Saya ketik ‘pesantren modern’ saja. Trus keluar Pesantren Modern Darussalam Gontor”. Ujar Pak Udin polos.

Sejak itu, ia mencari informasi yang berkaitan dengan Pondok Modern Gontor Daarussalam. Informasi yang ia dapatkan itu lalu ia ceritakan pada anaknya. Ia bilang ke anaknya tentang kehebata-kehebtan PM Gontor. Ia juga bilang pada anaknya, bahwa ia akan dapat cepat menguasai bahasa asing jika belajar di pesantren itu.

Ternyata anaknya sangat berminat. Pak Udinpun tambah bersemangat.

Pak Udin pun mencari informasi lagi tentang biaya masuk yang diperlukan dan aneka persyaratan lainnya lewat internet. Ia mencatat semuanya. Dari internet itu ia mengetahui bahwa biaya awal yang harus ia siapkan untuk masuk di PM Gontor sebesar Rp 5,3 juta.

“Saat itu saya tak punya uang sepeserpun. Jangankan uang tabungan, uang untuk makan sehari-hari saja seringkali kami kesulitan. Tapi saya berdoa kepada Allah siang dan malam. Saya yakin Allah Maha Kaya. Ia pasti akan mencukupi kebutuhan hambanya. Pasti!”, jelas Pak Udin mantab.

Lalu Pak Udin berikhtiar. Ia telah merencanakan berangkat ke Pondok Gontor Mantingan pada tanggal 3 syawal. Masih ada beberapa hari untuk menyiapkan uang untuk mendaftarkan anaknya ke pesantren itu. Sayangnya semakin dekat waktu keberangkatan, Pak Udin tak kunjung mendapatkan rejeki.

“Minimal saya harus punya uang Rp 10 juta. 5,3 juta untuk biaya masuk. Sisanya untuk perbekalan dan membeli perlengkapan mondok anak saya. Tapi hingga 3-4 hari jelang keberangkatan, saya belum mendapatkan uang sepeserpun”, jelasnya.

Tapi, tak disangka-sangka satu hari sebelum keberangkatan, Pak Udin mendapatkan rejeki. “Saya tak tau dari mana. Ada yang tiba-tiba membayar hutang, ada pula yang memberikan pekerjaan”, cerita Pak Udin.

Singkat cerita, Pak Udinpun akhirnya berangkat bersama anaknya dengan bekal uang Rp 10 juta di tangan. Saat itu berangkat dengan menggunakan bis umum. Ia tak berani naik motor karena tak tahu arah jalan.

Setelah mendaftarkan anaknya di Gontor Putri, iapun meninggalkan anaknya di pesantren itu. Ia harus pulang kampung.

“Saya tak mungkin lama-lama menunggui anak saya. Saya harus bekerja kembali agar bisa menafkahi keluarga. Maka dengan berat hati, saya menitipkan anak saya yang masih kecil itu pada orang tua salah satu calon santri. Setelah itu saya langsung balik kampung. Saya harus bekerja lagi”, ujarnya.

Menjelang pengumuman, Pak Udin kembali lagi ke Pondok Putri Mantingan. Kali ini ia mengendarai motor bebeknya. Ia beralasan, menggunakan motor lebih hemat. Kalau naik kereta atau bis biayanya bisa 90 ribu. Kalau naik motor hanya perlu mengisi bensin full tank sebanyak dua kali. Biayanya hanya sekitar Rp 40 ribu.

Setelah merayapi jalan berdebu dan terik matahari di sepanjang jalan, Pak Udinpun sampai di Pondok Gontor Putri 1 Mantingan untuk mendengarkan pengumuman.

Sayangnya, hingga pengumuman terakhir, nama anaknya tak kunjung disebutkan oleh pengelola pondok. Itu berarti anaknya tak diterima di Pondok idaman ayah dan anak itu.

Kedua insan itu menangis tersedu-sedu sambil berpelukan. Sedih karena harus menerima kenyataan putrinya tak lulus ujian.

Namun, Pak Udin tak berlarut dalam kesedihan. Ia tetap bertekad, anaknya tetap harus bisa sekolah di Pondok idamannya. Dan ia yakin bahwa Allah pasti akan memberikan jalannya.

Akhirnya Pak Udin berencana memasukan putrinya ke Pondok Alumni. Pondok Alumni adalah pondok yang didirikan oleh Alumni Pondok Modern Gontor. Pondok Alumni ini biasanya membuka pendaftaran di  Pondok Gontor untuk menampung calon santri yang gagal lolos pada ujian masuk.

Tanpa menunggu lama, Pak Udin langsung mendaftarkan anaknya di Pondok Alumni. Ia berharap tahun depan anaknya bisa mencoba lagi ikut ujian masuk di Pondok Modern Gontor Putri. Ayah dan anak itu berpantang pulang surut ke belakang. Perjuangan tetap harus dilanjutkan. Warbiyassah!

Maka hari itu pula, Pak Udin membawa anaknya menggunakan motor bebek kharisma andalannya untuk mendaftar ke Pondok Alumni di daerah Jawa Timur.  Setelah menempuh perjalanan darat selama 3 jam, Pak Udin sampai di Pondok Alumni itu lalu mengurus pendaftaran masuk anaknya. Setelah selesai, Pak Udin lalu bergegas pulang. Ia harus kembali ke kampung karena perbekalannya sudah habis. Ia harus kembali bekerja agar dapat membiayai perjuangannya menwujudkan cita-cita.

Setahun setelah mondok di Pondok Alumni, Pak Udin mengajak anaknya untuk mendaftar kembali ke Pondok Gontor Putri Mantingan. Anaknya ternyata masih bersemangat.

Sayangnya, saat itu Pak udin tak mempunyai dana untuk membayar uang pendaftaran anaknya.

 “Saya kembali harus menyiapkan uang pendaftaran sekitar lima juta dan uang untuk biaya perlengkapan nyantri dan perbekalan sekitar 5 juta. Minimal saya harus punya 10 juta lagi. Dan saya tak punya uang sepeserpun saat itu”, ujar Pak Udin.

Pak Udin terus berikhtiar. Sembari memohon kepada Allah siang dan malam.

Ia sangat yakin Allah akan memenuhi kebutuhannya. “Saya sangat yakin Allah pasti akan memenuhi  kebutuhan hambanya. Saya kan tak meminta rejeki untuk hura-hura. Saya hanya meminta rejeki untuk kebutuhan anak saya dalam menuntut ilmu agama. Dan saya yakin Allah pasti mengabulkannya”, cerita Pak Udin.

Dua hari menjelang keberangkatan uang yang diharapkan tak kunjung ada. “Eh sehari sebelum berangkat, tiba-tiba Allah memberi saya rejeki. Saya mendapatkan uang yang jumlahnya pas dengan kebutuhan saya. Dan uang yang saya dapat itu bukan uang hasil utangan. Uang itu hasil dari kerja yang saya lakukan sebelumnya”, ujar Pak Udin.

Dengan bekal uang ngepas itu, ia berangkat kembali menggunakan motor bebek kesayangannya, menjemput anaknya di Pondok Alumni lalu mendaftarkan kembali ke Pondok Gontor Mantingan. Perjalanan yang ia tempuh lebih dari 13 jam. 10 jam menuju ke Mantingan, 3 jam menunju Pondok Alumni. Esoknya ia kembali lagi ke Pondok Gontor Mantingan untuk mendaftarkan anaknya untuk yang kedua kali.

“Allah Maha Baik. Saat pengumuman, alhamdulilah anak saya diterima di Gontor Putri dua”, ujar Cerita Pak Udin. Matanya berkaca-kaca.

Padahal saat itu, cerita Pak Udin, saudara dan teman-teman di kampungnya banyak yang mencemooh tekad Pak Udin untuk menyekolahkan anaknya di Gontor. “Bahkan ada yang bilang bahwa Gontor itu  sekolah orang kaya, sekolah para pejabat, sekolah anak-anaknya menteri. Sementara saya hanyalah orang kampung, kuli bangunan, hanya tamat sekolah dasar. Tak mungkinlah saya bisa menyekolahkan anak saya di pondok hebat ini”, lanjut Pak Udin dengan logat banyumasan yang kental.

“Tapi saya tak peduli. Saya hanya percaya bahwa Allah pasti akan membantu saya. Dan Alhamdulillah anak saya dapat diterima di pondok idaman kami ini”, ujar Pak Udin.

Pak Udin lalu menceritakan prestasi anaknya saat mondok di Gontor Putri 2. Ia bilang bahwa anaknya baru saja dikukuhkan sebagai MISS LANGUAGE di Pondok Gontor Putri 2.

Miss Language adalah sebuah predikat yang diberikan kepada santriwati yang sangat menonjol dalam penguasaan bahasa arab dan bahasa Inggris. Ruang lingkup predikat itu bukan hanya satu kelas saja, tapi meliputi kelas 1 hingga kelas 3 yang jumlahnya bisa ribuan santri. Hal itu berarti diantara ribuan santriwati kelas 1 hingga kelas 3 se-gontor putri 2, Nurbainah, putri kesayangan Pak Saefuddin adalah santriwati terbaik dalam penguasaan bahasa asing.

Saat menceritakan prestasi anaknya sebagai Miss Language itu, Pak Udin meneteskan air mata, sementara saya sudah lebih dulu meneteskan air mata saiiyyah....hik-hik. :-( Ayah yang hebat!

Beni Sulastiyo
Jogja, 13.2.2018

Tuesday, 6 February 2018

ISTIGHFAR

Imam Ahmad bin Hambal Rahimakumullah (murid Imam Syafi'i) dikenal juga sebagai Imam Hambali. Dimasa akhir hidupnya beliau bercerita;
Suatu waktu (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tau kenapa ingin sekali menuju satu kota di Irak. Padahal tidak ada janji sama orang dan tidak ada keperluan.
Akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashrah. Beliau bercerita;
Begitu tiba disana waktu Isya', saya ikut shalat berjamaah isya di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat.
Begitu selesai shalat dan jamaah bubar, imam Ahmad ingin tidur di masjid, tiba-tiba Marbot masjid datang menemui imam Ahmad sambil bertanya; "Kamu mau ngapain  disini, syaikh?."


Kata "syaikh" bisa dipakai untuk 3 panggilan:
1. bisa untuk orang tua,
2. bisa orang kaya ataupun
3. orang yg berilmu.

Panggilan Syaikh dikisah ini panggilan sebagai orang tua, karena marbot taunya sebagai orang tua.
Marbot tidak tau kalau beliau adalah Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan siapa dirinya.

Di Irak, semua orang kenal siapa imam Ahmad, seorang ulama besar & ahli hadits, sejuta hadits dihafalnya, sangat shalih & zuhud. Zaman itu tidak ada foto sehingga orang tidak tau wajahnya, cuma namanya sudah terkenal.

Imam Ahmad menjawab,  "Saya ingin istirahat, saya musafir."

Kata marbot, "Tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid."

Imam Ahmad bercerita,
"Saya didorong-dorong oleh orang itu disuruh keluar dari masjid, Setelah keluar masjid, dikuncinya pintu masjid. Lalu saya ingin tidur di teras masjid."
Ketika sudah berbaring di teras masjid Marbotnya datang lagi, marah-marah kepada Imam Ahmad.

"Mau ngapain lagi syaikh?"_ Kata marbot.

"Mau tidur, saya musafir"_ kata imam Ahmad.
Lalu marbot berkata;
"Di dalam masjid gak boleh, di teras masjid juga gak boleh."_ Imam Ahmad diusir. Imam Ahmad bercerita, _"saya didorong-dorong sampai jalanan."

Disamping masjid ada penjual roti (rumah kecil sekaligus untuk membuat & menjual roti). Penjual roti ini sedang membuat adonan, sambil melihat kejadian imam Ahmad didorong-dorong oleh marbot tadi.
Ketika imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh; "Mari syaikh, anda boleh nginap di tempat saya, saya punya tempat, meskipun kecil."
Kata imam Ahmad, "Baik". Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk dibelakang penjual roti yg sedang membuat roti (dengan tetap tidak memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir).

Penjual roti ini punya perilaku khas, kalau imam Ahmad ngajak bicara, dijawabnya. Kalau tidak, dia terus membuat adonan roti sambil (terus-menerus) melafalkan ISTIGHFAR. "Astaghfirullah"
Saat memberi garam, astaghfirullah, memecah telur_astaghfirullah_ ,  mencampur gandum astaghfirullah . Dia senantiasa mengucapkan istighfar.  Sebuah kebiasaan mulia. Imam Ahmad memperhatikan terus.

Lalu imam Ahmad bertanya, "sudah berapa lama kamu lakukan ini?"

Orang itu menjawab;
"Sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan."

Imam Ahmad bertanya;
"Apa hasil dari perbuatanmu ini?"

Orang itu menjawab;
"(lantaran wasilah istighfar) tidak ada hajat/keinginan yg saya minta, kecuali PASTI dikabulkan Allah. semua yg saya minta ya Allah...., langsung diwujudkan."

Rasulullah
pernah bersabda;

"Siapa yg menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rizki dari jalan yg tidak disangka-sangkanya."

Lalu orang itu melanjutkan, "Semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yg belum Allah beri."

Imam Ahmad penasaran lantas bertanya;
"Apa itu?"

Kata orang itu;
"Saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan imam Ahmad."

Seketika itu juga imam Ahmad bertakbir, _"Allahu Akbar..!  Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashrah dan bahkan - sampai didorong-dorong oleh marbot masjid - Sampai ke jalanan ternyata karena ISTIGHFARMU."

Penjual roti itu terperanjat, memuji Allah, ternyata yg didepannya adalah Imam Ahmad.

Ia pun langsung memeluk & mencium tangan Imam Ahmad.

(SUMBER: Kitab Manakib Imam Ahmad)

Wallohu a'lam

Tuesday, 30 January 2018

"Uang tidak berangkatkan umroh" ujar pak Apep yang duduk sebelah saya. Kesimpulan yang to the point dari pak Apep ini membuka kisah perjalanan umroh saya di akhir Januari 2018.
Naluri jurnalisme saya langsung muncul, di tengah wara wiri jamaah yang mengisi satu per satu tempat duduk, saya menikmati wawancara santai saya dengan pak Apep.

“Saya sudah mengenal magnet rezeki selama satu setengah tahun pak Nas” cerita pak Apep membuka kisahnya. 
“Saya dengarkan audio pak Nas tiap hari. Semua audio, mulai dari no 1 sampai no 40” “Dari audio itu saya dapatkan semangat hidup dan ketenangan yang lebih dari sebelumnya. Setiap pagi saya dengarkan Al-ma’tsurot dan memulai hidup saya dengan dzikir dari pak Nas. Setiap Jumat saya ulang lagi audio berjudul Khoirur Rooziqiin dan mengisi Jumat dengan aktivitas mulia persis seperti yang pak Nas sarankan” “Ada audio yang sangat saya suka, judulnya paradox of candy. Bahwa Allah mau kasih rezeki jika kita bersyukur atas musibah yang diberikan-Nya”

“Nah... saya ini sebenarnya lagi nganggur pak Nas. Tapi dari audio2 pak Nas itulah saya merasa tenang, saya yakin ini bungkus permen yang Allah kasi pada saya, yang Allah akan kasih isi permennya suatu saat nanti” 
“Sebagai seorang suami, rasa-rasanya saya jarang kasih uang ke istri. Tapi, di akhir desember istri saya bilang ke saya supaya saya daftar umroh”
“Lho... saya lagi ga kerja gini, ga punya uang, koq malah disuruh pergi umroh, gimana ibu ini...” kata saya waktu itu.
“Istri saya akhirnya bilang pak Nas, bahwa dia ngumpulkan dana dan cukup untuk berangkat satu orang”
“Saya nangis pak Nas... terharu... koq bisa, dia nabung dengan kondisi keuangan kami yang pas-pasan. Awalnya saya tidak mau menerima dan bilang ke dia baru akan berangkat jika uangnya kumpul untuk dua orang. Tapi istri saya bilang “sudah, ayah saja duluan yang berangkat, mumpung dananya kumpul, In Syaa Allah nanti akan ada dana kita berangkat berdua...”
“Ya Allah... pak Nas... saya bahagia sekali. Bahagia karena bisa berangkat umroh dan bahagia karena saya punya istri yang luar biasa berkorban dan berbakti untuk suaminya. In Syaa Allah ini jadi doa saya untuk dia semoga Allah muliakan istri saya atas kepergian umroh saya ini”
“Yang masih saya herankan, istri saya itu tidak kerja. Dia hanya ibu rumah tangga. Memang ada usaha sampingan yang dia kerjakan, tapi saya ga nyangka kalau dari usaha itu, bisa terkumpul uang banyak untuk umroh ini”
“Sementara saya hanya kerja kontrak. Tiap bulan diperpanjang, sampai akhirnya desember 2017 berakhir. Dulu saya biasanya selalu tegang sama istri kalau kontrak saya berakhir. Dia menuntut, sementara saya ga punya apa2... 

Tapi, sejak kami berdua kenal Magnet Rezeki, istri saya berubah pak Nas. Dia jadi sabaaaar banget. Dan bahkan berangkatkan saya umroh ini pak Nas...

“Terimakasih atas ilmu Magnet Rezeki, karena ketenangan batin yang kami rasakan inilah, akhirnya rezeki hadir pada kehidupan kami. Doakan saya ya pak Nas, smg istri saya bisa berangkat umroh juga dan rezeki kami makin berkah dan berlimpah” tutup Pak Apep dengan berkaca-kaca.

“Amiiin” jawab saya sambil terkagum-kagum dengan Allah yang telah menyusun skenario ini dengan sebaik-baiknya. Butir-butir bahagia menyusup dalam hati saya, sudah bisa mengenal pak Apep yang menghidupi ilmu Magnet Rezeki dan dapatkan kebahagiaannya.
Beda dengan pak Apep, pak Johan malah belum mengenal ilmu Magnet Rezeki sama sekali. Tapi dapatkan berkah dari orang lain yang mengenal ilmu Magnet Rezeki.

“Saya ini berpenyakit pak Nas” ujar pak Johan membuka pembicaraan. Saya menyorongkan badan sedikit ke depan agar bisa lebih mendengar ceritanya. “sakit finansial” lanjut pak Johan sambil tertawa kecil, saya dan pak Apep ikut tertawa.

“Tamu saya hari-harinya debt collector pak Nas. Ditagih sama orang berganti-ganti. Hampir setiap hari. Semua tetangga tahu. Bahkan pak RT juga tahu. Saya nunggak PBB 5 tahun. Akhirnya pak RT kalau nyebar PBB ya cuma ditaro aja, ga ditagih kayak yang lain” cerita pak Johan sambil kami terkekeh pelan. 

“Tapi koq bapak bisa pergi umroh?” Tanya saya. “Ya begitulah... ajaib pak Nas” jawab pak Johan.

“Saudara saya melihat saya. Dan dia kasihan juga mungkin. Akhirnya dia mau bantu saya, bukan dengan melunasi hutang saya, tapi dengan berangkatkan saya umroh”

“Saya agak kaget juga, ada ya orang membantu dengan cara begini. Saudara saya bilang, kalau orang pergi umroh pasti dibantu sama Allah. Terus, saya dipaksa berangkat tanggal 29 januari ini. Agak aneh juga rasanya kenapa harus buru-buru. Oh ternyata, itu jadwalnya pak Nas. Saya dititip sama saudara saya. 

“Kamu serap ilmu dari Pak Nas. Belajar langsung sama dia. Dia penulis Magnet Rezeki yang In Syaa Allah bisa kasi pandangan bagaimana menyelesaikan hutang-hutang kamu” Akhirnya, saya penasaran juga sama ilmu Magnet Rezeki. Ini baru mau dengar audio-audionya. Bantu saya ya pak Nas, supaya saya bisa selesaikan hutang2 saya dengan jalan umroh ini” ujar pak Johan berbinar-binar sambil bersyukur bisa berangkat umroh dengan cara yang tidak pernah disangka-sangka.
Betapa unik cara Allah dalam mengundang hamba-Nya. Saudara dari pak Johan, pak Trisakti namanya, memang pernah ikut Haji bersama saya. Setelah itu berinteraksi dengan ilmu Magnet Rezeki. Dari situlah pak Trisakti memiliki ilham untuk membantu pak Johan bukan dengan uang, tapi dengan ilmu dan keberkahan. 

Pak Trisakti dapatkan Ilham dari Allah. Ilham untuk membantu sesama dan dapatkan keberkahan dari proses memberangkatkan umroh saudaranya. Dalam ilmu Magnet Rezeki, kami menyebutnya “hukum Kick Back”

Pak Apep dan pak Johan berangkat umroh dengan jalan orang lain yang mau berangkatkan mereka. Tapi hakikatnya, Allah-lah yang mengatur semuanya.

Semoga dengan ilmu Magnet Rezeki yang sedang didalami oleh pak Apep dan pak Johan, Allah semakin mendekatkan mereka pada hakikat rezeki dan keajaibannya, hingga rezeki berlimpah ruah datang pada mereka. Aaamiin...

Pramugari berbahasa inggris lalu lalang membagikan makanan, kami menunggu bagian kami dengan sabar, sambil hati kami berbuncah dengan keajaiban umroh yang disiapkan bagi hamba-Nya yang mau mendekat kepada-Nya.
Memang, “uang tidak berangkatkan umroh...” seperti kata pak Apep. 
Allah-lah yang memberangkatkan dengan cara super ajaib yang telah Dia persiapkan dengan “Kun Fayakun” nya.

Oleh : Ustad Nasrullah (Rahasia Magnet Rezeki)

Tuesday, 23 January 2018

1.Terapi Membuang penyakit .
Pegang dada kiri bacakan:
Al Anbiya ayat 83  (7x)
Jika mual dan ingin muntah itu reaksi pengeluaran.

2.Terapi Migrain.
Pegang kepala yg sakit bacakan :
Surat al fatihah  7x.
Al hasyr ayat 21 ( 3x.)

3.Terapi untuk segala macam sakit kepala.
Pegang ubun ubun dan bacakan:
At-taubah ayat 14.
Yunus ayat 57.
An Nahl ayat 69.
Al isra ayat 82.
Al fusilat ayat 44.

4.Trapi penyembuhan mata dan penajaman penglihatan.
Pegang alis mata dan bacakan surat Qaf ayat :22. (7x.)

5.Terapi sakit gigi
Peganglah pipi dari bagian gigi yang sakit.
Bacakan:
Al Mulk ayat 23 (7x)
Al An'am ayat 13. (7x)

6.Terapi sakit tengorokan.*
Perbanyaklah membaca al-Qur'an.
Minum madu 2sendok makan pagi dan sore.

7.Terapi mimisan.*
Peganglah batang hidung bacakan surat Hud ayat 44 . (7x.)

8.Terapi sakit telinga*
Letakan tangan ke telinga yg sakit lalu bacakan
Al Hasyr ayat 21 (3x atau lebih)
Ayat Qursi (3x atau lebih)

9.Terapi Penyakit Kulit.*
Letakan ujung jari pada kulit yg sakit
Bacakan surat al baqoroh ayat 259.
Baca sebanyak 3x.

10.Terapi panu
Bacakan surat al baqoroh ayat 266.7x

11.Terapi Bisul.
Sentuh dengan telunjuk dan bacakan surat Thaha ayat 105-107. (7x)

12.Terapi Penyakit Dada.
Peganglah dada dan bacakan surat Thaha ayat 25-28. 7x atau lebih sampai ringan.

13.Terapi nyeri dada.
Pegang dada dan bacakan surat Al -insyirah fuul dan surat yunus ayat 57. Sebanyak 7x.

14.Terapi penyakit Jantung, 
Struk,Nyeri Lambung.*
Buatlah air minum boleh air zamzam,air putih ,bacakan surat al fatihah 7x
Ayat Qursi 7x
Tiupkan ke air selesai membaca. Minum air setiap hari sebelum makan coba selama satu minggu atau lebih.

15.Terapi penyakit Hati.
Letakan tangan kanan pada posisi hati.
Perbanyak istigfar
Bacalah surat Ghafir(Al -mu'min)
7 buah kurma di bacakan surat Al fatihah 7x lalu di makan.
Perbanyak zikir laaillahaillallah.

16.Terapi Kejang.*
Bacakan surat Al -Quraisy ayat 1-2. (7x)

17.Terapi sengatan ular dan kala jengking.*
Bacakan surat al ikhlas al annas al falaq.

18.Terapi Rematik.*
Letakan tangan kanan pada tubuh yang sakit.
Bacakan surat
Ali Imron ayat 145. (3x)
Al Anbiya ayat 30 (7x)

19.Terapi mempermudah proses kelahiran.*
Buatlah air Ruqyah bacakan surat.
Al fatihah (7x)
An -Naziat ayat 46 (7x)
Al -Ahqof ayat 35. (3x)
Al -Insyiqaq ayat 1-4 sebanyak 7x.
Air diminumkan dan di balurkan ke perut.
Air boleh air tawar dan lebih baik air zamzam.

20.Terapi Demam.*
Pegang kening dan bacakan
Al fatihah 3x.
Al -Anbiya 69-70. (7x)
Dan buatkan juga air kompres Ruqyah dan ayatnya sama dengan di atas.

21.Terapi menghilangkan Kesedihan ,kedukaan.*
Baca surat
Al fatihah 7x
Al insyirah 7x
Perbanyak istigfar.
Perbanyak zikir Laillahaillallah.

22.Terapi insomia/sulit tidur.*
Sebelum tidur jalankan sunnah sebelum tidur.
Baca surat Ghafir dan perbanyak
Zikir laillahaillalloh.
Perbanyak mengucap Sholawat kpd Nabi muhammad Shollallahu Alaihi Wassalam
Perbanyak istigfar.

23.Terapi Penyembuhan Kanker.*
Perbanyak tilawah.
Perbanyak mendengar al qur'an boleh sehari 30 juz atau surat pilihan al baqorah full
Selanjutnya buat Minyak Zaitun Ruqyah dan rebusan daun sirsak Ruqyah.
Ayatnya:
Al fatihah. 7x
Al baqorah. 1-5
Al baqorah 164-165 (3x)
Ayat kursi 
Al Baqarah 255-257 (3x)
Al baqorah 285-286. (3x)
Ali Imran ayat 18  (7x)
Ali imron ayat 26-27, (3x)
Al a'raf ayat 54-56.
Al A'raf 117-119  (7X)
Yunus 80-82 (7x)
Thaha 65-69. (7x)
Al mukminun 115-118  (3x)
Al Hasyr ayat 21-24  (7x)
Al ikhlas, al annas ,al falaq 7x
Air gunakan untuk minum dan mandi.
Minyak Zaitun untuk di balur.
Lakukan selama 14/30 hari insya Alloh sembuh.


Niatkan karena Allah🌠


Wednesday, 3 January 2018

#Kelas Robot

Bicara tentang sejarah robot, maka pertama kali akan saya kenalkan kamu dengan Karel Capek, dialah yang pertama kali menyebutkan istilah, “Robota” dari bahasa Cheko yang artinya; budak atau pekerja yang tidak pernah lelah dan bosan. Dalam sebuah Drama R.U.R (Rossum’s Universal Robots) pada tahun 1921. Robot pada drama itu bukanlah Robot yang di identikan dengan mesin mekanik, melainkan manusia yang melakukan pekerjaan terus menerus. Seiring perkembangan zaman, manusia tidak bisa melakukan pekerjaan terus menerus tanpa adanya lelah dan kebosanan. Maka ditemukanlah satu persatu mesin mekanik yang beriringan menggantikan pekerjaan manusia. Sehingga istilah Robotpun bergulir menjadi Mesin Mekanik yang saya dan kamu ketahui sekarang.

Nah sekarang, dari manakah asal mula Mesin Mekanik itu?
Siapakah yang pertama kali menemukan robot?

Bentuk robot pertama kali diciptakan sekitar abad ke-12, saat itu yang pertama kali menemukan sistem robotika bernama Ibnu Ismail Al Jazari, lahir di Al Jazira, tepatnya antara Sungai tigris dan Efrat. Nama lengkapnya Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz Al-Jazari. Dia tinggal di Diyar Bakir, Turki.

Banyak dikatakan pada masanya Al Jazari telah berhasil membuat robot yang bisa diprogram. Dan bentuk robot yang berhasil dia buat, berbentuk seperti perahu terapung disebuah danau, di dalamnya terdapat robot pemain musik. Robot ini di buat sebagai penghibur tamu kerajaan kala itu.

Tapi masih banyak lagi bentuk robot yang berhasil dibuat Al Jazari, salah satunya adalah mesin yang memungkinkan membuat air bergerak secara otomatis dalam istana.

Termasuk juga yang paling populer sampai saat ini adalah JAM GAJAH.

Ya begitulah… Tak pernah disangka dari banyak robot canggih yang telah diciptakan oleh jepang, negara eropa, dan amerika. Ternyata awal sejarah dari kecanggihan robot tersebut adalah dari seorang muslim. 

Wallahualam bissawab

Thursday, 21 December 2017

DUKUH LEGETANG,SEBUAH DESA YANG LENYAP DALAM SEMALAM
( Kisah nyata & tragis kampung pezina LGBT di negeri kita )
 
Ada sekelumit kisah nyata yang pernah terjadi pada sebagian bangsa ini yang mungkin kita telah lupa .Dan sayangnya, peristiwa yang penuh dengan pelajaran ini sama sekali tidak disinggung-singgung sedikit pun di dalam buku pelajaran di sekolah. Kita dan anak-anak kita tidak pernah tahu jika ada suatu desa yang penduduknya nyaris sama dengan kaum Sodom-Gomorah, senang bermaksiat, yang terkubur seluruhnya dalam satu malam hingga tidak bersisa . Satu desa bersama seluruh penduduknya lenyap dalam satu malam tertutup puncak sebuah gunung yang berada agak jauh dari lokasi desa itu.

Inilah kisah tentang Dukuh Legetang, yang masuk dalam wilayah Banjarnegara, Jawa Tengah. Kejadiannya di tahun 1955.

Pada saat itu, Dukuh Legetang yang terletak di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Banjarnegara, merupakan sebuah dukuh yang makmur. Berbagai kesuksesan di bidang pertanian menghiasi kehidupan dukuh (desa) itu.

Penduduknya cukup makmur dan kebanyakan para petani yang cukup sukses. Mereka bertani sayuran, kentang, wortel, kobis, dan sebagainya.

Berbagai kesuksesan duniawi yang berhubungan dengan pertanian menghiasi dukuh Legetang. Misalnya apabila di daerah lain tidak panen tetapi mereka panen berlimpah. Kualitas buah dan sayur yang dihasilkan juga lebih baik dari yang lain.

Namun bukannya mereka bersyukur, dengan segala kenikmatan ini mereka malah banyak melakukan kemaksiatan. Barangkali ini yang dinamakan "istidraj” atau disesatkan Allah dengan cara diberi rezeki yang banyak namun orang tersebut akhirnya makin tenggelam dalam kesesatan.

Masyarakat Dukuh Legetang umumnya ahli maksiat. Perjudian di dukuh ini merajalela, begitu pula minum-minuman keras. Tiap malam mereka mengadakan pentas Lengger, sebuah kesenian tradisional yang dibawakan oleh para penari perempuan, yang sering berujung kepada perzinaan. Ada juga anak yang malah melakukan kemaksiatan bersama ibunya sendiri. Beragam kemaksiatan lain sudah sedemikian parah di dukuh ini.

Pada suatu malam, 17 April 1955 , turun hujan yang amat lebat di dukuh itu. Tapi masyarakat Dukuh Legetang masih saja tenggelam dalam kemaksiatan. Barulah pada tengah malam hujan reda. Tiba-tiba terdengar suara keras seperti sebuah bom besar dijatuhkan di sana, atau seperti suara benda yang teramat berat jatuh. Suara itu terdengar sampai ke desa-desa tetangganya. Namun malam itu tidak ada satu pun yang berani keluar karena selain suasana teramat gelap, jalanan pun sangat licin.

Pada pagi harinya, masyarakat yang ada di sekitar Dukuh Legetang yang penasaran dengan suara yang amat keras itu barulah keluar rumah dan ingin memeriksa bunyi apakah itu yang terdengar amat Cumiakkan telingan tadi malam. Mereka sangat kaget ketika di kejauhan terlihat puncak Gunung Pengamun-amun sudah terbelah, rompal . Dan mereka lebih kaget bukan kepalang ketika melihat Dukuh Legetang sudah tertimbun tanah dari irisan puncak gunung tersebut. Bukan saja tertimbun tapi sudah berubah menjadi sebuah bukit, dengan mengubur seluruh dukuh beserta warganya . Dukuh Legetang yang tadinya berupa lembah, kini sudah menjadi sebuah gundukan tanah baru menyerupai bukit. Seluruh penduduknya mati. Gegerlah kawasan Dieng…

Seperti diceritakan oleh salah satu saksi hidup peristiwa ini, Toyib (71)  ‘’Suara ‘guntur ’-nya (sebutan longsor di daerah setempat) itu sampai terdengar ke rumah saya. Padahal, rumah saya Desa Kepakisan,’’ kisah Toyib yang saat peristiwa itu berusia 11 tahun. Lanjut Toyib, akan tetapi karena gelapnya malam dan hawa dingin menusuk tulang, membuat warga yang mendengar suara mengejutkan itu tidak berani keluar rumah untuk memeriksanya.

Baru esok paginya diketahui, ternyata suara itu berasal dari longsoran lereng sisi tenggara Gunung Pengamun-amun yang tepat menimpa Dukuh Legetang. Dari kejauhan terlihat puncak Gunung Pengamun-amun sudah ‘rompal’ (Jw. Terbelah).

Bukan saja tertimpa tapi juga berubah menjadi sebuah bukit yang mengubur seluruh dukuh beserta warganya. Dukuh Legetang yang tadinya berupa lembah, kini berubah menjadi gundukan tanah menyerupai bukit.

Menyadari peristiwa itu, sontak masyarakat di sekitar Dukuh Legetang terkejut. Kemudian banyak yang berteriak ‘Legetang guntur !’, situasi saat itu menjadi ramai dan membuat masyarakat berbondong-bondong untuk melihat lokasi kejadian.

‘’Walaupun dusun yang lain juga hampir sama, tapi Dukuh Legetang sudah terlalu parah, terutama maksiat-maksiat masalah seks bebas,’’ kata Toyib.

Dari 351 korban jiwa, terdapat 19 orang yang berasal dari luar Dukuh Legetang. Sementara itu, masih ada dua orang warga asli Legetang yang selamat dari bencana tersebut.

"Yang hidup cuma disisakan dua sama Allah, itu perempuan semua . Mungkin disisakan dua biar untuk sejarah keadaan desa sini, tapi sekarang sudah meninggal,’’ imbuhnya.

Masyarakat sekitar terheran-heran. Seandainya Gunung Pengamun-amun sekedar longsor, maka longsoran itu pasti hanya akan menimpa lokasi di bawahnya. Akan tetapi kejadian ini jelas bukan longsornya gunung. Antara Dukuh Legetang dan Gunung Pengamun-amun terdapat sungai dan jurang, yang sampai sekarang masih ada. Namun sungai dan jurang itu sama sekali tidak terkena longsoran. Jadi kesimpulannya, potongan gunung itu malam tadi terangkat dan jatuh menimpa dukuh Legetang .

Siapa yang mampu mengangkat separo gunung itu kalau bukan Allah Yang Maha Kuasa?
Dan apabila gunung-gunung diterbangkan,” (QS. at-Takwir: 3) .
Untuk memperingati kejadian itu, pemerintah setempat mendirikan sebuah tugu yang hari ini masih bisa dilihat siapa pun .

Ditugu tersebut ditulis dengan plat logam:

“TUGU PERINGATAN ATAS TEWASNJA 332 ORANG PENDUDUK DUKUH LEGETANG

SERTA 19 ORANG TAMU DARI LAIN-LAIN DESA

SEBAGAI AKIBAT LONGSORNJA GUNUNG PENGAMUN-AMUN

PADA TG. 16/17-4-1955″


Salah seorang saksi tragedi Legetang, Suhuri warga Pekasiran RT 03/04 yang kini berusia sekitar 72 tahun mengatakan, musibah terjadi malam hari pukul 23.00 saat musim hujan. ”Saya dan beberapa teman malam itu tidur di masjid. Saya baru dengar kabar gunung Pengamunamun longsor jam tiga pagi,” katanya. Suhuri mengaku lemas seketika begitu mendengar kabar tersebut, karena kakak kandungnya, Ahmad Ahyar, bersama istri dan 6 anaknya tinggal di dusun Legetang. Namun Suhuri maupun keluarganya dan warga lain tak berani langsung ke dusun yang berjarak sekitar 800 meter dari pusat desa Pekasiran, karena beredar kabar tanah dari lereng gunung Pengamunamun masih terus bergerak.

Lenyapnya desa Legetang dan penghuninya juga menyimpan misteri , karena Suhuri dan beberapa warga Desa Pekasiran lain seusianya yang kini masih hidup mengatakan, antara kaki gunung sampai perbatasan kawasan pemukiman di dusun itu sama sekali tidak tertimbun, padahal jaraknya beberapa ratus meter. ”Longsoran tanah itu seperti terbang dari lereng gunung dan jatuh tepat di pemukiman. Sangat aneh” , kata Suhuri sembari menjelaskan, gejala lereng gunung akan longsor sudak diketahui 70 hari sebelum kejadian. Para pencari rumput pakan ternak dan kayu bakar untuk mengasap tembakau rajangan di samping untuk memasak, melihat ada retakan memanjang dan cukup dalam di tempat itu. Tapi tanda-tanda tadi tak membuat orang waspada, meski sering jadi bahan obrolan di Legetang. Orang baru menghubung-hubungkan soal retakan di gunung itu setelah Legetang kiamat,” katanya.
Waktu itu semua orang tercengang dan suasana mencekam melihat seluruh kawasan dusun Legetang terkubur longsoran tanah. Tak ada sedikit pun bagian rumah yang kelihatan. Tanda-tanda kehidupan penghuninya juga tak ada, kenang Suhuri.

Sungguh kisah tenggelamnya dukuh Legetang ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa azab Allah swt yang seketika itu tak hanya terjadi di masa lampau, di masa para nabi, tetapi azab itu pun bisa menimpa kita di zaman ini. Bahwa sangat mudah bagi Allah swt untuk mengazab manusia-manusia lalim dan durjana dalam hitungan detik. Andaikan di muka bumi ini tak ada lagi hamba-hamba-NYa yang bermunajat di tengah malam menghiba ampunan-Nya, mungkin dunia ini sudah kiamat.

Jika Anda dari daerah Dieng menuju ke arah (bekas) dukuh Legatang maka akan melewati sebuah desa bernama Pakisan . Sepanjang jalan itu Anda mungkin akan heran melihat wanita-wanitanya banyak yang memakai jilbab panjang dan atau cadar. Memang sejak dulu masyarakat Pakisan itu masyarakat yang agamis, bertolak belakang dengan dukuh Legetang, tetangga desanya yang penuh dengan kemaksiatan. Ketika kajian triwulan Forum Komunikasi Ahlussunnah wal Jamaah Kabupaten Banjarnegara bertempat di Pakisan , maka masyarakat Pakisan berduyun-duyun ke masjid untuk mendengarkan kajian dari Ustadz Muhammad As Sewed. Ya, hampir semua masyarakat Pakisan aktif mengikuti kajian dan da’wah.

Alhamdulillah.

Wallahu a’lam bisshawab.

INILAH AKIBAT SHALAT DHUHA

Banyak Orang Yang belum tahu apa akibat yang akan mereka rasakan bila rajin shalat dhuha.

Beruntung sekali anda punya kesempatan membaca tulisan dibawah ini, semoga memjadi pelajaran berharga untuk kita semua.

Seperti diungkap oleh Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki dalam bukunya Khasais al-Ummah al-Muhamadiyah tentang keutamaannya, penulis membeberkan keutamaan-keutamaan yang disediakan oleh Allah bagi hamba yang menunaikannya lengkap dengan sumber haditsnya.

Pertama
orang yang shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. “Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Turmudzi)

Kedua
Barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Alah. “Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR. Hakim).

Ketiga
Orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah. “Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.” (HR. At-Thabrani).

Keempat
Orang yang istiqamah melaksanakan shalat Dhuha kelak ia akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah. “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR. At-Thabrani).

Kelima
Allah menyukupkan rezekinya. “Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.” (HR. Abu Darda`).

Keenam
rang yang mengerjakan shalat Dhuha ia telah mengeluarkan sedekah. “Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR Muslim).

Thursday, 7 December 2017

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi mengumumkan Yerusalem sebagai ibukota Israel pada Rabu (6/12) malam. Dia juga mengakui, bahwa telah terjadi pengunduran beberapa waktu untuk menyatakan hal tersebut. “Kini saatnya secara resmi, mengakui Yerusalem sebagai ibukota dari Israel,” kata Trump, berbicara di Ruang Resepsi Diplomasi Gedung Putih. Bersama dengan itu, Trump memerintahkan kedutaan negara Amerika Serikat untuk berpindah kantor ke Yerussalem. Trump juga meminta kepada Israel dan Palestina untuk mencari solusi permasalahan perbatasan di antara mereka. Sehari sebelumnya, melalui kabel telepon, Khadimul Haramain, Raja Salman, mengingatkan Trump bahwa pengakuannya tersebut dapat membahayakan keamanan dan menambah runyam konflik di wilayah tersebut. Salman menambahkan bahwa hal tersebut telah memprovokasi perasaan seluruh kaum muslimin, karena Masjidil Aqsha merupakan kiblat pertama kaum muslimin dan kota Quds memiliki tempat di dalam hati umat Islam. Sementara itu, Jordan dan Palestina mendesak menteri luar negeri dari negara-negara Arab yang tergabung dalam Liga Arab untuk mengadakan pertemuan darurat guna mendiskusikan isu Quds (Yerusalem). Diharapkan paling cepat pada Sabtu (8/12) lusa, pertemuan ini dapat dilangsungkan.

Sementara ketua Organisasi Konferensi Islam (OKI), Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyeru negara-negara anggota OKI melakukan rapat di Istanbul pada 13 Desember 2017 mendatang. Erdogan dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Yerusalem dalam kondisi “red line” bagi kaum muslimin. Dia juga mengancam akan memutuskan hubungannya dengan Israel.

Di Vatican, Paus Francis menyerukan agar semua pihak menghormati “status quo” atas Yerusalem. Dalam sebuah misa umum mingguannya, Francis meminta semua orang untuk menghormati resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa di kota tersebut, yang suci bagi orang Yahudi, Kristen dan Muslim. “Saya membuat sebuah permohonan yang tulus kepada semua agar berkomitmen untuk menghormati status quo kota, sesuai dengan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa,” katanya. “Tidak mungkin ada pembicaraan dengan Amerika. Proses perdamaian telah selesai. Mereka sudah melakukan memutuskan hasilnya,” kata pejabat Palestina, Hanan Ashrawi. “Mereka tidak bisa menganggap kita begitu saja.” Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah, mengomentaribahwa keputusan Amerika Serikat telah “menghancurkan proses perdamaian.”

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, menyatakan keprihatinannya atas keputusan AS tersebut. Dia mengatakan bahwa saat ini orang Amerika sedang mempresentasikan rencana perdamaian mereka untuk wilayah tersebut. [saudinesia]




Friday, 17 November 2017

Rupanya abad ini di penghujung dunia...ini penjelasannya dunia yg fana ini akan hancur, ulasan dibawah ini silahkan dibaca dan direnungkan tentang tanda2 akan terjadinya HARI KIAMAT. berdasarkan firman Allah dan hadist Rasulullah saw.

BENARKAH KALENDER ISLAM TIDAK SAMPAI 1500 ? PADAHAL SEKARANG SUDAH 1438 H. INI KAJIANNYA

Tidak terasa kita hidup dipenghujung Jaman. Rasul SAW Berkata : Jaman itu dibagi 5

1. Jaman Nubuwwah
(Jaman kenabian diawali dr Jaman Nabi Adam AS sampai Baginda Nabi Muhammad SAW)

2. Jaman Khilafah l
(dipimpin sahabat -sahabat Nabi Abu Bakar Umar, Utsman dan Ali ra).

3. Jaman Al-mulk kerajaan (berakhir runtuhnya Dinasti Utsmani diturki kalau diindonesia Majapahit, Sriwijaya, Galu dsbnya).

4. Jaman Jababiro
(Jaman kebebasan maksiat dimana-mana dan kita hidup di Jaman ini). 
Fitnah2 bertebaran untuk melemahkan kaum Muslimin (era fitnah terbesar akan terjadi saat Dajjal muncul), Org2 yg tdk cakap/dzolim menjadi penguasa (pemimpin), jumlah ummat Islam banyak ttp bagaikan buih diatas laut (sedikit yg berjihad untuk membela Islam)... --> 
Jaman ini sdh terjadi dan sdg kita jalani...
Astaghfirullah.....

5. Jaman Khilafah ll
(Jaman yg mana suasana seperi pada Jaman Rosululloh SAW, nanti umat Islam akan dipimpin Imam Mahdi hanya berlangsung lebih kurang 9 tahun.

Pada Jaman ini pula Dajjal muncul, Nabi Isa AS jg muncul ditugaskan untuk membunuh Dajjal dan meng-Islamkan orang2 Kafir/Nashoro). Para Ulama hadits memprediksi tentang usia umur ummat Islam :

1. Ibnu Hajar Asqalani
seorang ulama pakar hadits, kitab beliau yg populer diindonesia adalah Fathul Barri Beliau berkata umur umat Islam sampai 1476 H.

2. Imam As-syuyuthi
Beliau mengatakan umur umat Islam sampai 1477 H

3. Ibnu Hajar Hambali
kata Beliau umur umat Islam lebih dari 1400 H namun tdk sampai 1500 H

Allahu Akbar sekarang umur umat Islam sudah sampai pada 1437 H. Hari kiamat tdk ada yg tau termasuk Rosululloh SAW namun mengenai umur umat Islam, Rasulullah sdh memberi bocoran tdk sampai 1500 H. Kelak diakhir jaman Alloh SWT akan wafatkan serentak umat islam dimuka bumi dan yg tersisa hanyalah orang kafir yg akan menyaksikan hancurnya bumi gunung laut langit dan seluruh alam (baca Al-Qoriah, Al-Qiyamah, Al-Waqiah). Diantara tanda kiamat kata Rasulullah SAW akan muncul Dukhan (kabut hitam) yg menyelimuti bumi selama 40 hari 40 malam, lalu sahabat bertanya Ya Rasulullah kapan itu terjadi???

Kata Baginda Nabi SAW itu terjadi apabila yg 
- pertama KALAU PENYANYI WANITA BERMUNCULAN DIMANA-MANA
- Yg kedua kata Rasulullah SAW, kalau alat musik dicintai oleh umatku dan minuman keras dimana-mana....

Saudaraku,... tanda2 diatas sudah muncul semua sekarang.......... . Mumpung masih ada waktu, mari segera benahi diri, perbaiki kualitas ibadah dan perbanyak amal sholih untuk bekal di akherat nanti....
Wallahu'alam....Sudah Siapkah...Kajian ilmiah seluruh Pakar Iptek di timur n barat sdh 100% membenarkan Peringatan Rasulullah 14 abad yg lalu...! n janji Allah pasti benar n tepat...! BADAN Meteorologi dan Geofisika menyatakan bahwa akan terjadi kemarau panjang yang akan melanda dunia. Diperkirakan kemarau panjang tersebut akan dimulai tahun 2019 hingga 2022. Cadangan air dunia saat ini hanya tersisa 3% saja. 

Lalu apa artinya informasi ini bagi kita? Artinya adalah keluarnya Dajjal telah sangat dekat. Dan munculnya Imam Mahdi telah berada di tengah-tengah kita, tanpa kita sadari. Ini berarti apa yang disabdakan Rasulullah telah terbukti. Dalam hadits tentang kisah Tamim Ad-Dari, keluarnya Dajjal di tandai dengan keringnya danau Thabariyyah (Tiberias), keringnya mata air Zughar, dan pohon kurma Baisan tidak berbuah lagi. Dan jika kita mengikuti perkembangan informasi terakhir tentang tiga pertanda tersebut, sudah nyata terjadi. Sudah dua tahun ini, pohon kurma di Baisan tidak berbuah lagi.  Diikuti dengan semakin minusnya mata air Zughar. Dan yang paling mencengangkan adalah surutnya air di danau Tiberias di Israel sudah sangat mengkhawatirkan. Sedemikian, sehingga pemerintah Israel sibuk mencari sumber air lain. Salah satunya perencanaan penyulingan air laut. Dalam hadits lain dikatakan bahwa Dajjal akan keluar dari sarangnya ditandai setelah terjadi kemarau dan kekeringan selama kurun 3 tahun. Dan sebagaimana disebutkan di atas, bahwa Badan Meteorologi dan Geofisika telah memperkirakan kekeringan panjang akan dimulai tahun 2019 hingga 2022.
Jika di antara kita ada yang pernah berhaji dari tahun 2011, 2012, 2013, 2014, maka insya Allah pernah berjumpa dengan “calon Imam Mahdi” di dekat Ka’bah. Dan hanya orang-orang khusus saja yang mengetahui tanda tandanya. Dan kemunculan Imam Mahdi ini seperti yang pernah di nubuwahkan oleh Rasulullah adalah ditandai wafatnya Raja yang namanya bermakna nama hewan.  Bisa jadi ia adalah Raja Fahd (Fahd: singa). Setelah itu terjadi perselisihan. Dan naik tahta raja yang banyak dosa, kemudian meninggal, kemudian muncul raja yang baik. (Bisa jadi ia adalah Raja Salman). Wallahu a’lam. Di masa atau setelah masa pemerintahan Raja Salman inilah terjadinya pembai’atan atas Imam Mahdi. Dari pertanda ayat-ayat qauniyah tersebut, kesimpulannya adalah akhir dari fananya dunia ini sudah demikian dekat. Marilah kita berbuat baik semaksimal mungkin, dan ajaklah setiap berjumpa sesama muslim dimanapun, untuk semakin bersungguh-sungguh memperbanyak amal akhirat. ALLAHU AKBAR... !!!

Kiamat menurut Agama Islam ditandai dengan beberapa petanda. Kita boleh baca novel sampai beribu2 kali tapi baca ini hanya perlu 5 menit


  • Kemunculan Imam Mahdi
  • Kemunculan Dajjal
  • Turunnya Nabi Isa (AS)
  • Kemunculan Yakjuj dan Makjuj
  • Terbitnya matahari dari Barat ke Timur
  • Pintu pengampunan akan ditutup
  • Dab'bat al-Ard akan keluar dari tanah & akan menandai muslim yang se-benar2nya
  • Kabut selama 40 Hari akan mematikan semua orang beriman sejati sehinggg mereka tidak perlu mengalami tanda2 kiamat lainnya
  • Sebuah kebakaran besar akan menyebabkan kerusakan
  • Pemusnahan/runtuhnya Kabah
  • Tulisan dalam Al-Quran akan lenyap
  • Sangkakala akan ditiup pertama kalinya membuat semua makhluk hidup merasa bimbang dan ketakutan
  • Tiupan sangkakala yang kedua kalinya akan membuat semua makhluk hidup mati dan yg ketiga yang membuat setiap makhluk hidup bangkit kembali.
wallahu'alam bissawab [Khasanah TV7]


Tuesday, 14 November 2017


Wali Kota Depok, Mohammad Idris secara langsung meresmikan Taman Penitipan Anak (TPA) Mawaddah dan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Harmoni yang bertempat di Gedung Dibaleka 2, lantai 1, Senin (13/11/2017). Dalam sambutannya, Mohammad Idris mengungkapkan, bahwa TPA ini khusus untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Depok yang ingin menitipkan anaknya selama bekerja.
“ASN yang membawa anak bisa menitipkannya di sini (TPA), sehingga dalam bekerja tetap produktif. TPA ini juga tidak dipungut biaya,” tuturnya.
Dirinya menyebutkan, bahwa keberadaan TPA ini juga sebagai bukti komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk mewujudkan Kota Layak Anak (KLA).
“Kita merangkak secara perlahan tapi pasti guna melengkapi sarana dan prasarana terwujudnya Kota Layak Anak, dimulai dari gedung-gedung pemerintahan. TPA ini sebagai permulaan, nantinya bisa dibuat juga di instansi lain,” paparnya.
“Anak yang bisa dititip di sini mulai dari usia 3 bulan hingga 2 tahun,” ujar Mohammad Idris.
Dirinya menambahkan, meskipun saat ini TPA Mawaddah dan Puspaga Harmoni masih terbatas ditujukan bagi anak para ASN, namun tida menutup kemungkinan nantinya Pemkot Depok akan membuka di tempat lainnya untuk umum.
“Saat ini memang khusus untuk ASN, walaupun sebenarnya Puspaga Harmoni juga diperbolehkan bagi masyarakat yang ingin konsultasi keluarga, di sana ada psikolog yang berjaga,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Eka Bachtiar mengatakan, keberadaan TPA Mawaddah ini berkat kerjasama dengan PKK dan Dharmawanita Kota Depok.
“Anak-anak di sini nantinya dirawat dan diasuh dengan baik serta penuh kasih sayang. Mereka juga akan diperhatikan perkembangannya, baik psikologisnya dan sosialnya,” pungkasnya. [kabardepok.id]

Santriku… 

semoga tatkala pesan-pesanku ini mulai kau baca, hatimu masih benderang dengan cahaya rahmat Ilahi, hingga tak ada sebutir debupun melekat di hatimu, menutupi nuranimu untuk menerima secercah cahaya ini. 

Santriku… 

ketahuilah! 
Sesungguhnya segala sesuatu yang ada di seluruh jagat raya ini sudah diatur secara tertib oleh Allah. 
Tebarkanlah pandanganmu maka akan kau saksikan betapa indahnya paduan gunung, lembah, dan ngarai serta luasnya bentangan samudera. 
Juga matahari, bulan, bintang dan sejumlah gugusan planet lainnya, semua begitu indah dan tertib, tertata sesuai dengan kebijaksanaan-Nya. 
Maka, hendaklah manusia berusaha supaya menjadi tertib, dalam karsa, rencana, dan atau kehidupannya. 
Dan janganlah sekali-kali mencoba untuk memaksakan tertib programmu pada Allah. 
Sebab,jika kau lakukan itu, maka yang akan kau dapati hanyalah keresahan, pahitnya kekecewaan, pedihnya kehancuran, kecongkakan dalam kebodohan, kesombongan atas kesintingan dan kebanggaan lantaran kegilaanmu atau sebaliknya berlagak jagoan ekstra superiority atau bertampang cakil menjual pepsodent. 
Dan penyakit inilah yang banyak melanda manusia di abad modern ini. 

Santriku… 

seiring perjalanan waktu, suatu saat nanti kau akan meninggalkan pondokmu ini untuk terjun ke tangah-tengah kehidupan masyarakatmu kelak, berbaur dengan aneka ragam pola kehidupan. 

Harapanku, pandai-pandailah kau membawa diri berbuat baik di bumi mana kakimu berpijak. 
Selama ini aku memang menyaksikan bahwa kau telah berbuat baik, mentaati segala petuah dan nasehat kyaimu, menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya, namun yang aku khawatirkan adalah, jika kau berbuat semua kebajikan itu hanyalah di tengah-tengah milliu yang baik saja, sementara ketika kau telah terjun ke dalam milliu yang berlainan, jadi berubah keadaannya. 

Padahal, berbuat baik itu harus bisa kau lakukan di manapun dan kapanpun. 
Pada saat itulah kepribadianmu akan diuji, dan di situlah kepribadianmu akan dipecat atau dipertahankan oleh dirimu sendiri atau oleh masyarakatmu dengan segala norma-normanya. 
Itulah yang paling aku khawatirkan. 
Aku takut jika derasnya gelombang kehidupan di masyarakatmu kelak akan menyeret dan menjerumuskanmu ke lembah nista. 
Telah kau sadari bahwa orang baik yang bertempat sampah sekalipun akan berjasa dan mulia karena ia telah menyingkirkan sampah yang mengganggu masyarakat. Namun sebaliknya, orang yang jahat sekalipun bertahta di tempat terhormat ia adalah perusak dan pengacau masyarakat. Karena ia sebetulnya adalah sampah. 

Santriku… 

ketahuilah, bahwa kini, di abad modern ini, setan-setan dengan segala bentuk dan macamnya telah bergentayangan di mana-mana dan untuk berkawan dengan mereka, kau tak perlu belajar ataupun berlatih. 
Dan godaan setan itu sungguh akan memikat hatimu. Ia tidaklah akan berhenti pada sasaran tertentu, golongan tertentu, dan juga waktu serta tempat tertentu. Maka berhati-hati dan waspadalah santriku terhadap itu semua. Janganlah sekali-kali kau mengira bahwa tingginya ilmu dan jabatan seseorang akan sekali tinggi pula godaan dan rayuan setan itu. 
Kyai dan ulamapun tak terhindar dari obyek dan setan-setan. 

Santriku… 

kuharap kau tak hanya bisa menerangi dirimu sendiri, tapi kau juga bisa menyinari ummat dengan cahaya yang memancar dari ilmu-ilmu Allah. 
Karena sesungguhnya tiadalah berguna ilmu seseorang itu jika tak dimanfaatkan bagi dirinya dan ummatnya. 
Do’aku semoga kau memahami seuntai pesan-pesanku ini. 
Aamiiin....... [gontor.ac.id]

Thursday, 9 November 2017

Emha Ainun Najib (Santri Matrud Pengharum Gontor)

ADA alasan kuat yang membuat saya tak dituduh “memuji-muji dan membangga-banggakan Gontor karena memang bekas almamaternya”. Pada awal 1968, pasca-” revolusi lokal” yang gagal, saya mathrud alias diusir atawa dipecat dari pondok modern itu. Ketika itu berlangsung semacam martial law . Hukum darurat. Gara-gara memprotes ketidakadilan Qismul Amn, semacam kopkamtib. Pak “pangkopkamtib” mengadili saya jam 02.00 dini hari hingga bakda subuh. Vonisnya, saya dideportasikan pagi itu juga, alias “gulung tikar angkat koper” - demikian istilahnya di sana.nBeberapa hari kemudian, saya ke Gontor lagi khusus untuk petentang-petenteng. Tak sampai setahun kemudian “panglima” keamanan dan ketertiban ini mengalami nasib seperti saya, “gulung tikar angkat koper”. Namun, sejak itu “situasi politik” normal kembali. Saya mensyukuri hikmah dari pengadilan subyektif itu. Bahkan penghargaan saya terhadap Gontor sama sekali tak pernah menurun. Pesantren masyhur itu, di masa silam memang pernah mencatat suatu mekanisme sistem hukum yang brutal dan agak primitif. Namun, secara keseluruhan, pola dan nuansa kependidikan Gontor adalah contoh kongkret dari banyak hal yang dewasa ini kita baru menggagas-gagasnya lewat perdebatan pemikiran di kota-kota yang selalu merasa lebih maju dibanding yang bukan kota. Dan bagi saya sendiri, pengusiran itu adalah metode yang sebaik-baiknya, suatu total alienation untuk suatu total loneliness- yang menyiksa saya untuk menjadi saya sekarang ini. Sejak itu saya amat rakus dengan metode “bersikap sangat keras bahkan kejam kepada diri sendiri” dan menyeleksi cita-cita menjadi hanya sebiji: bekerja keras sampai hari terakhir hidup saya. Pernah saya menulis Gontor adalah camp Shaolin. Para santri bekerja dari pukul 04.00 hingga 22.00 nonstop, hidup dari bel k bel. Makan, mandi, olahraga, sekolah, berduyun-duyun. Tidur berjajar-jajar bagai pindang. Setiap anak berlatih membangun privacy, mendengarkan kesunyian diri, di tengah riuh-rendah. Bahkan gegap-gempita latihan pidato tiga bahasa dan gemuruh tepuk tangan itu justru terasa begitu sepi di tengah sunyi pedusunan sekitarnya. Kalau di tengah sepi malam Anda membunyikan sedenting logam, suara itu menegaskan kesunyian.

Sepi juga isi pidato anak-anak itu: heroisme nasional, kisah tokoh-tokoh pengubah dunia, jargon-jargon bahasa Inggris, balaghah Arab, perekatan umat dan kemanusiaan- di tengah-tengah tradisi satu antargolongan Kaum Muslimin, degradasi nasionalisme, jangkauan-jangkauan sosio-politik dan sosio-budaya yang makin menyempit, tatkala teknologi informasi menyeribu-kali-lipatkan mata pandang manusia, serta di tengah idolatri masal terhadap hanya figur-figur musik rock dan kiper sepak bola. Namun, yang paling sunyi adalah ketika datang magrib, isya, dan subuh. Tiga ribu santri menyuarakan kor puisi Abu Nawas tentang dosa sebilangan pasir di padang-padang yang tak terukur karena bertepikan cakrawala.Untunglah, yang mendendangkan sunyi adalah “seekor” Abu Nawas yang “sinting”: “Ya Allah, hamba ini tak pantas masuk surga, tapi kalau harus masuk neraka ya jangan dong!”….

Mendengarkan syair Abu Nawas macam itu sering tak bisa saya halangi benak saya spontan berkata, “Tuhan pasti jengkel, tapi juga pasti sayaaang banget sama si Abu itu ….” Dan pada Lebaran yang lalu, hati saya tak tertahankan untuk tak ke Gontor sesudah hampir 15 tahun. Puisi Abu Nawas tak bisa dipentaskan keagungannya dengan kecanggihan peralatan apa pun, dan sejauh yang saya alami hanya di Gontor saya bisa memasuki puisi hidup Abu Nawas (baca: Abu Nuwas), karena segala konsep estetika dan religiusnya dipanggungkan di kedalaman jiwa dan kehidupan kongkret Pesantren Gontor. Kemudian ternyata Pak Kiai menyodorkan sunyi pula kepada saya.

Ketika untuk acara Delapan Windu Gontor
saya rekomendasikan sebuah nama tokoh nasional, Kiai bilang, “Ah, bagi beliau Gontor ini dekaden. Tidak menyatu dengan masyarakat. Eksklusif. Tidak seperti pesantren-pesantren pilot project LSM yang beliau pimpin yang mengintegrasikan pondok ke masyarakat sekitarnya dengan kerja sama sosial ekonomi, bikin pelatihan pertukangan, pertanian, kerajinan, Kan Gontor juga punya keistimewaannya sendiri: pendidikan bahasa, disiplin, dan “sunah pondok”-nya, tidak NU tidak Muhammadiyah. Santri-santrinya terkenal artikulatif dan kepribadiannya. Maka, sunyi itu menyeret kaki saya keliling pesantren, bahkan sekelilingnya dalam radius setidaknya lima kilometer. Mata sunyi saya menatapi santri-santri yang sedang sibuk mengurusi toko besi dan perlengkapan bangunan, apotek, rumah sakit mini, huller alias dolognya pondok yang bekerja sama dengan ribuan petani, rumah makan. Mereka mengatur pembelian jasa ratusan penduduk untuk keperluan sehari-hari para santri, masjid-masjid para warok, toko kelontong alias toserba, toko buku. Para santri juga mendirikan bangunan sekolah di sekitar, mengangkuti padi, mendekor seantero pesantren dengan rancangan estetik yang sebebas-bebasnya (asal jangan memelihara monyet.) Pramuka, musik, teater …. "Ah! Tapi itu bukan inisiatif saya, kok,” ujar Pak Kiai malu-malu, “Wong, itu semua ide anak-anak sendiri ….”

Gontor dan dusun-dusun sekitarnya itu small is beautiful, kecil itu indah. Distribusi pendapatan, distribusi ide dan tanggung jawab, kelangsungan bottom up murni tanpa proposal ke lembaga dana di planet Mars untuk proyek konsientisasi, demokrasi yang diinfrastrukturi oleh ilmu tentang batas, akidah, dan ilahiah, lempar tongkat jadi tanaman, bola salju, bola salju, bola salju. Kiai tak pernah kasih ceramah atau pengajian. Sesudah uluk salam di podium masjid, langsung bilang, “Tolong, saya minta daftar pengaturan rombongan santri yang mengangkuti batu bata untuk sekolahan yang di desa Anu itu …. [Tempo]

Konsultan IT

Konsultan IT
Indonesian Expert adalah Mikrotik Training Center (MTC) yang telah memiliki lisensi untuk mengadakan training dan sertifikasi MikroTik

Blog Archive

Email Subscriptions

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts