Wednesday, 13 September 2017

Memang, tak semua orang merasakan kenikmatan hidup, kesenangan, kebahagiaan yang sama. Setiap individu punya hidup masing-masing, punya ‘ukuran’ masing-masing, tergantung apa dan bagaimana dia menjalani hidupnya. Sekarang, tak perlu kita membanding-bandingkan kehidupan kita, mengeluh, galau, apalagi merasa kalau Allah tidak adil kepada kita, Na’udzubillah.

Semua yang kita jalani, alami, nikmati dan rasakan adalah hasil dari perbuatan yang kita lakukan sehari-hari. Kita adalah refleksi dari apa yang kita lakukan. Tak mudah memang menyadari kekurangan diri kita sendiri, hanya orang lain yang tahu segala kekurangan kita. Sekarang, tinggal kita yang harus mau menerima atau tidak, terkadang kita merasa angkuh dan tak mau mengalah, tak mau menerima dan mengakui kekurangan kita sendiri, merasa dirinya paling benar, paling tua, yang paling harus didengar. Tapi, ada pula yang bisa menerima kritikan dan masukan orang lain, bahkan bermuhasabah diri, berkontemplasi, mencari kekurangan, dan memohon doa agar lebih baik lagi, semoga kita bisa menjadi orang yang demikian, Subhanallah.

Kesulitan yang kita rasakan, masalah yang kita hadapi, tantangan yang ada dalam hidup kita, itu adalah ‘pembelajaran’ dan ‘jalan’ dari Allah untuk menjadikan kita lebih kuat, lebih baik, lebih matang, dan menjadi manusia seutuhnya, Insan Kamil, manusia yang ‘sempurna’. Sempurna disini bukan berarti bisa melakukan segala sesuatu, bisa memiliki segala sesuatu. Tapi insan kamil adalah manusia yang mampu menyeimbangkan bekal dan ilmu bagi kehidupannya di dunia, maupun di akhirat, seperti do’a yang selalu kita ingat dan panjatkan di akhir penutup do’a:

ربنا آتنا في الدنيا حسنة و في الآخرة حسنة و قنا عذاب النار

“Robbana aatina fiiddunya hasanah, wa fiil-aakhirati hasanah waqinaa ‘adzabannar,”

Tugas kita sebagai seorang hamba adalah memohon yang terbaik dari Allah, tak lelah dan bosan terus berdo’a dan menyandarkan segala urusan kita kepada Allah SWT, baik urusan di dunia, maupun di akhirat. Karena sesungguhnya, Allah tidak pernah menolak do’a seorang hamba. Allah akan selalu menerima dan mengabulkan do’a hamba-Nya. ((أدعوني أستجب ل)) “Ud’uunii astajib lakum,” Berdo’alah kepadaku, akan aku kabulkan untukmu. Wallahu Akbar.

Sesungguhnya, semua keluh kesah kita ada jalan keluarnya, semua masalah ada solusinya: Allah SWT. Karena terkadang, kita sering lupa dengan Allah saat kita senang, dan justru ‘protes’ kepada Allah saat kita susah. Semoga kita selalu menjadi orang yang selalu mengingat Allah dalam segala keadaan, baik senang maupun susah. Karena Allah akan melipatgandakan nikmat-Nya untuk mereka yang bersyukur dengan segala yang Allah berikan kepadanya, dengan berbagai macam cara, dan rupa. Wallahu a’lam bishawab.

sumber : [http://fm.gontor.co.id]

0 komentar:

Konsultan IT

Konsultan IT
Indonesian Expert adalah Mikrotik Training Center (MTC) yang telah memiliki lisensi untuk mengadakan training dan sertifikasi MikroTik

Sulaiman Store Depok

Sulaiman Store Depok
Jual Beli Perangkat Jaringan

Free Courses

Free Courses
Kursus Online Buat IT

MWN

MWN
Hosting

Blog Archive

Email Subscriptions

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts